Tampilkan postingan dengan label Kebidanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebidanan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 29 Oktober 2013
In:
Kebidanan
Cara mudah menghafal 58 langkah APN teknik Terbaru
Bagi yang merasa berprofesi Bidan diwajibkan untuk
hafal di luar kepala, kalau ingin di katakan Bidan Profesional
langsung aja ni dia cara mudah menghafa 58 langkah APN
lengkapnya
sih gini
1. kenali adanya tanda dan gejala kala II
1. kenali adanya tanda dan gejala kala II
2. Memastikan kelengkapan alat pertolongan persalinan termasuk
mematahkan ampul oksitosin & memasukan alat suntik sekali pakai 2½ ml
ke dalam wadah partus set.
3. Memakai
celemek plastik.
4. Memastikan
lengan tidak memakai perhiasan, mencuci tangan dgn sabun & air mengalir.
5. Menggunakan sarung tangan DTT pada tangan kanan yg akan digunakan
untuk pemeriksaan dalam.
6. Mengambil alat suntik dengan tangan yang bersarung tangan, isi
dengan oksitosin dan letakan kembali kedalam wadah partus set.
7. Membersihkan vulva dan perineum dengan kapas basah dengan gerakan
vulva ke perineum.
8. Melakukan pemeriksaan dalam - pastikan pembukaan sudah lengkap
dan selaput ketuban sudah pecah.
9. Mencelupkan
tangan kanan yang bersarung tangan ke dalam larutan klorin 0,5%, membuka sarung
tangan dalam keadaan terbalik dan merendamnya dalam larutan klorin 0,5%.
10. Memeriksa
denyut jantung janin setelah kontraksi uterus selesai – pastikan DJJ dalam
batas normal (120 – 160 x/menit).
11. Memberi
tahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik, meminta ibu untuk
meneran saat ada his apabila ibu sudah merasa ingin meneran.
12. Meminta
bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran (Pada saat ada his,
bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan pastikan ia merasa nyaman.
13. Melakukan
pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran.
14. Menganjurkan
ibu untuk berjalan, berjongkok atau mengambil posisi nyaman, jika ibu belum
merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit.
15. Meletakan
handuk bersih (untuk mengeringkan bayi) di perut ibu, jika kepala bayi telah
membuka vulva dengan diameter 5 – 6 cm.
16. Meletakan
kain bersih yang dilipat 1/3 bagian bawah bokong ibu
17. Membuka tutup partus set dan memperhatikan kembali kelengkapan
alat dan bahan
18. Memakai sarung tangan DTT pada kedua tangan.
19. Saat
kepala janin terlihat pada vulva dengan diameter 5 – 6 cm, memasang handuk
bersih untuk menderingkan janin pada perut ibu.
20. Memeriksa
adanya lilitan tali pusat pada leher janin
21. Menunggu hingga kepala janin selesai melakukan putaran paksi luar
secara spontan.
22. Setelah
kepala melakukan putaran paksi luar, pegang secara biparental. Menganjurkan
kepada ibu untuk meneran saat kontraksi. Dengan lembut gerakan kepala kearah
bawah dan distal hingga bahu depan muncul dibawah arkus pubis dan kemudian
gerakan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang.
23. Setelah
bahu lahir, geser tangan bawah kearah perineum ibu untuk menyanggah kepala,
lengan dan siku sebelah bawah. Gunakan tangan atas untuk menelusuri dan
memegang tangan dan siku sebelah atas.
24. Setelah
badan dan lengan lahir, tangan kiri menyusuri punggung kearah bokong dan
tungkai bawah janin untuk memegang tungkai bawah (selipkan ari telinjuk tangan
kiri diantara kedua lutut janin)
25. Melakukan
penilaian selintas :
a. Apakah
bayi menangi kuat dan atau bernapas tanpa kesulitan?
b. Apakah
bayi bergerak aktif ?
26. Mengeringkan
tubuh bayi nulai dari muka, kepala dan bagian tubuh lainnya kecuali bagian
tangan tanpa membersihkan verniks. Ganti handuk basah dengan handuk/kain yang
kering. Membiarkan bayi atas perut ibu.
27. Memeriksa kembali uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi
dalam uterus.
28. Memberitahu ibu bahwa ia akan disuntik oksitasin agar uterus
berkontraksi baik.
29. Dalam waktu 1 menit setelah bayi lahir, suntikan oksitosin 10 unit
IM (intramaskuler) di 1/3 paha atas bagian distal lateral (lakukan aspirasi
sebelum menyuntikan oksitosin).
30. Setelah 2 menit pasca persalinan, jepit tali pusat dengan klem
kira-kira 3 cm dari pusat bayi. Mendorong isi tali pusat ke arah distal (ibu)
dan jepit kembali tali pusat pada 2 cm distal dari klem pertama.
31. Dengan satu tangan. Pegang tali pusat yang telah dijepit (lindungi
perut bayi), dan lakukan pengguntingan tali pusat diantara 2 klem tersebut.
32. Mengikat tali pusat dengan benang DTT atau steril pada satu sisi
kemudian melingkarkan kembali benang tersebut dan mengikatnya dengan simpul
kunci pada sisi lainnya.
33. Menyelimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan memasang topi di
kepala bayi.
34. Memindahkan
klem pada tali pusat hingga berjarak 5 -10 cm dari vulva
35. Meletakan
satu tangan diatas kain pada perut ibu, di tepi atas simfisis, untuk
mendeteksi. Tangan lain menegangkan tali pusat.
36. Setelah uterus berkontraksi, menegangkan tali pusat dengan tangan
kanan, sementara tangan kiri menekan uterus dengan hati-hati kearah
doroskrainal. Jika plasenta tidak lahir setelah 30 – 40 detik, hentikan
penegangan tali pusat dan menunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan
mengulangi prosedur.
37. melakukan
penegangan dan dorongan dorsokranial hingga plasenta terlepas, minta ibu
meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan
kemudian kearah atas, mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan
dorso-kranial).
38. Setelah
plasenta tampak pada vulva, teruskan melahirkan plasenta dengan hati-hati. Bila
perlu (terasa ada tahanan), pegang plasenta dengan kedua tangan dan lakukan
putaran searah untuk membantu pengeluaran plasenta dan mencegah robeknya
selaput ketuban.
39. Segera
setelah plasenta lahir, melakukan masase pada fundus uteri dengan menggosok
fundus uteri secara sirkuler menggunakan bagian palmar 4 jari tangan kiri
hingga kontraksi uterus baik (fundus teraba keras)
40. Periksa
bagian maternal dan bagian fetal plasenta dengan tangan kanan untuk memastikan
bahwa seluruh kotiledon dan selaput ketuban sudah lahir lengkap, dan masukan
kedalam kantong plastik yang tersedia.
41. Evaluasi kemungkinan laserasi pada vagina dan perineum. Melakukan
penjahitan bila laserasi menyebabkan perdarahan.
42. Memastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi
perdarahan pervaginam.
43. Membiarkan bayi tetap melakukan kontak kulit ke kulit di dada ibu
paling sedikit 1 jam.
44. Setelah satu jam, lakukan penimbangan/pengukuran bayi, beri tetes
mata antibiotik profilaksis, dan vitamin K1 1 mg intramaskuler
di paha kiri anterolateral.
45. Setelah satu jam pemberian vitamin K1 berikan
suntikan imunisasi Hepatitis B di paha kanan anterolateral.
46. Melanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegah perdarahan
pervaginam.
47. Mengajarkan ibu/keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai
kontraksi.
48. Evaluasi dan
estimasi jumlah kehilangan darah.
49. Memeriksakan nadi
ibu dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama pasca
persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan.
50. Memeriksa kembali
bayi untuk memastikan bahwa bayi bernafas dengan baik.
51. Menempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0,5%
untuk dekontaminasi (10 menit). Cuci dan bilas peralatan setelah di
dekontaminasi.
52. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah yang
sesuai.
53. Membersihkan ibu dengan
menggunakan air DDT. Membersihkan sisa cairan ketuban, lendir dan darah.
Bantu ibu memakai memakai pakaian bersih dan kering.
54. Memastikan
ibu merasa nyaman dan beritahu keluarga untuk membantu apabila ibu ingin minum.
55. Dekontaminasi
tempat persalinan dengan larutan klorin 0,5%.
56. Membersihkan
sarung tangan di dalam larutan klorin 0,5% melepaskan sarung tangan dalam
keadaan terbalik dan merendamnya dalam larutan klorin 0,5%
57. Mencuci tangan
dengan sabun dan air mengalir.
58. Melengkapi partograf.
PoPosting : Hindun-mardiana@yahoo.com
Minggu, 20 Oktober 2013
In:
Kebidanan
Cerita HOAX Tentang Infestasi Larva Payudara Dari Pakaian Dalam dan Susan McKinlev
HOAX Payudara Larva Infestation Dari Pakaian Dalam
Lagi-lagi ada broadcast yang tidak dapat dipertanggung jawabkan
kebenarannya masuk ke bbm saya. Dan setelah mencari info ternyata saya tahu
bahwa pesan itu hanya HOAX belaka.
Pesan yang mencakup gambar yang
menggambarkan ruam yang tidak biasa pada payudara wanita, mengklaim bahwa ruam
memendam larva hidup yang makan jaringan dan saluran susu.
Sebelumnya saya tampilkan isi broadcast tersebut
Cuci Bra ANDA Sebelum Memakai Pakaian Yang Baru Dibeli
Jangan melihat gambar setelah makan sesuatu, ini benar-benar memuakkan, tapi itu adalah peringatan besar!!!!!
======= BACA INI SEBELUM MELIHAT GAMBAR ========
Setelah Susan McKinley antropolog kembali pulang dari ekspedisi di Amerika Selatan, ia melihat ruam yang sangat aneh di payudara kirinya.
Tak ada yang tahu apa itu dan ia mengabaikannya dengan percaya bahwa ruam akan hilang seiring waktu.
Sekembalinya dia memutuskan untuk menemui dokter setelah dia merasa sakit yang bertambah. Dokter, tidak mengetahui penyakit apa itu, memberinya antibiotik dan krim khusus. Seiring waktu, sakitnya tidak berkurang dan payudara kirinya menjadi lebih meradang dan mulai berdarah.
Dia memutuskan untuk membalut luka-lukanya, namun nyeri Susan bertambah, ia memutuskan untuk mencari bantuan dari dokter yang lebih bersertifikat. Dr Lynch tidak bisa mendiagnosa infeksi dan menyarankan Susan untuk meminta bantuan salah seorang rekannya yang mengkhususkan diri dalam dermatologi. Sayangnya, dokter sedang berlibur.
Dia menunggu selama dua minggu dan akhirnya bisa menemui dokter tersebut.
Sayangnya, kehidupan berubah saat pengangkatan perban. Betapa kagetnya Susan McKinley, setelah ia membuka perban, mereka menemukan larva tumbuh dan menggeliat dalam pori-pori dan luka payudaranya.
Apa yang dia tidak tahu adalah bahwa lubang pada kenyataannya, lebih dalam daripada yang diperkirakan, karena larva tersebut yang makan dari lemak, jaringan, dan bahkan kanal susu dari payudaranya.
Ternyata ruam pada payudaranya disebabkan adanya infeksi bakteri pada pakaian dalam yang dipakai setelah dibelinya tanpa dicuci terlebih dahulu.
Sebelumnya saya tampilkan isi broadcast tersebut
Cuci Bra ANDA Sebelum Memakai Pakaian Yang Baru Dibeli
Jangan melihat gambar setelah makan sesuatu, ini benar-benar memuakkan, tapi itu adalah peringatan besar!!!!!
======= BACA INI SEBELUM MELIHAT GAMBAR ========
Setelah Susan McKinley antropolog kembali pulang dari ekspedisi di Amerika Selatan, ia melihat ruam yang sangat aneh di payudara kirinya.
Tak ada yang tahu apa itu dan ia mengabaikannya dengan percaya bahwa ruam akan hilang seiring waktu.
Sekembalinya dia memutuskan untuk menemui dokter setelah dia merasa sakit yang bertambah. Dokter, tidak mengetahui penyakit apa itu, memberinya antibiotik dan krim khusus. Seiring waktu, sakitnya tidak berkurang dan payudara kirinya menjadi lebih meradang dan mulai berdarah.
Dia memutuskan untuk membalut luka-lukanya, namun nyeri Susan bertambah, ia memutuskan untuk mencari bantuan dari dokter yang lebih bersertifikat. Dr Lynch tidak bisa mendiagnosa infeksi dan menyarankan Susan untuk meminta bantuan salah seorang rekannya yang mengkhususkan diri dalam dermatologi. Sayangnya, dokter sedang berlibur.
Dia menunggu selama dua minggu dan akhirnya bisa menemui dokter tersebut.
Sayangnya, kehidupan berubah saat pengangkatan perban. Betapa kagetnya Susan McKinley, setelah ia membuka perban, mereka menemukan larva tumbuh dan menggeliat dalam pori-pori dan luka payudaranya.
Apa yang dia tidak tahu adalah bahwa lubang pada kenyataannya, lebih dalam daripada yang diperkirakan, karena larva tersebut yang makan dari lemak, jaringan, dan bahkan kanal susu dari payudaranya.
Ternyata ruam pada payudaranya disebabkan adanya infeksi bakteri pada pakaian dalam yang dipakai setelah dibelinya tanpa dicuci terlebih dahulu.
Pakaian kami dibuat di berbagai negara di seluruh
dunia. Mereka dikumpulkan dalam kotak dan dipegang melalui banyak tangan
dan pertukaran sebelum kita membelinya untuk diri kita sendiri.
KAMI TIDAK TAHU PARASIT APA DI PAKAIAN KITA SAAT KITA MEMBELINYA.
Silakan biasakan dari mulai sekarang untuk mencuci pakaian Anda.
KAMI TIDAK TAHU PARASIT APA DI PAKAIAN KITA SAAT KITA MEMBELINYA.
Silakan biasakan dari mulai sekarang untuk mencuci pakaian Anda.

Sebelum Kita Bahas
Sebelum kita membahas bahwa isi pesan tersebut hanya HOAX belaka, kita tidak dapat mengabaikan isi kalimat terakhir memang perlu diperhatikan. Biar bagaimanapun kita tidak tahu pakaian yang beli itu sudah melalui berapa tangan, bahan kimia apa saja yang digunakan dan kotoran apa yang melekat disana meskipun baru. Jadi, mencuci pakaian yang baru kita beli sebelum memakainya itu PENTING.
Sebelum kita membahas bahwa isi pesan tersebut hanya HOAX belaka, kita tidak dapat mengabaikan isi kalimat terakhir memang perlu diperhatikan. Biar bagaimanapun kita tidak tahu pakaian yang beli itu sudah melalui berapa tangan, bahan kimia apa saja yang digunakan dan kotoran apa yang melekat disana meskipun baru. Jadi, mencuci pakaian yang baru kita beli sebelum memakainya itu PENTING.
Mari Kita Kembali ke Pembahasan Pesan
Peringatan dipesan mengklaim bahwa antropolog Susan McKinley mendapati ruam
yang tidak biasa pada payudaranya setelah perjalanan ke Amerika
Selatan. Menurut pesan di dalam ruam tersebut dokter kemudian menemukan
bahwa larva yang hidup tumbuh di payudara.
Namun, ruam payudara "foto" hampir pasti palsu dibuat dengan menggabungkan dua atau lebih foto dalam program manipulasi grafis.Sebuah artikel tentang pesan pada Snopes.com, menunjukkan kesamaan yang kuat antara "ruam" dan kantong biji teratai. Gambar di bawah ini jelas menggambarkan kesamaan ini:
Namun, ruam payudara "foto" hampir pasti palsu dibuat dengan menggabungkan dua atau lebih foto dalam program manipulasi grafis.Sebuah artikel tentang pesan pada Snopes.com, menunjukkan kesamaan yang kuat antara "ruam" dan kantong biji teratai. Gambar di bawah ini jelas menggambarkan kesamaan ini:
Bagian dari Gambar Payudara Ruam

Close up dari Kanting Biji Lotus

Lebih Lotus KANTONG BIJI


Meskipun larva masuk ke payudara adalah mungkin (seperti dibahas di bawah), namun gambar asli dari infestasi tersebut tak memiliki kemiripan dengan ruam yang seharusnya digambarkan dalam pesan.
Dengan kasus payudara beruam hingga ada larva tidak memungkinkan lukanya
rapi dan bersih seperti itu.
Bahkan, saya tidak bisa menemukan foto asli dari kondisi yang benar bila
ada larva tumbuh di dalam payudara. Jika benar, seperti ruam payudara yang
tidak biasa pasti akan telah diterbitkan dalam jurnal medis dan situs bersama
dengan informasi lebih lanjut tentang kondisinya dan itu akan menjadi news
Internasional di bidang kesehatan
karena merupakan hal yang langka.
Selain itu, informasi mengenai seorang antropolog bernama "Susan McKinley" tidak jelas. Tampaknya kemungkinan bahwa kisah pertemuan ini ilmuwan malang dengan beasties seperti payudara jahat adalah karya fiksi semata-mata.
Selain itu, informasi mengenai seorang antropolog bernama "Susan McKinley" tidak jelas. Tampaknya kemungkinan bahwa kisah pertemuan ini ilmuwan malang dengan beasties seperti payudara jahat adalah karya fiksi semata-mata.
Snopes.com mencatat bahwa gambar itu dipublikasikan secara online
dalam konteks lain sejak 2003 dan kemudian dikaitkan dengan infestasi larva
jelas dan "Susan McKinley".
Beberapa pesan versi lain juga menyertakan foto dikaitkan dengan Michael BOHNE, yang seharusnya menunjukkan beberapa larva yang diambil dari payudara penuh. Namun, pencarian Internet pada nama fotografer tesb mengungkapkan bahwa foto yang sama ditampilkan pada situs Gambar Kehutanan dan menggambarkan larva dari kumbang longhorned Asia. Dengan demikian, gambar ditambahkan hanya untuk meningkatkan nilai kejutan yang dirasakan dari pesan peringatan.
Versi lain dari pesan juga termasuk grafis video yang seolah-olah menggambarkan larva yang dihapus dari payudara "Miss McKinley".Meskipun video tersebut asli, ia tidak memiliki hubungan apapun dengan gambar ruam payudara atau klaim palsu yang dibuat dalam pesan. Video ini awalnya diterbitkan online sebagai bagian dari Bedah 2004 BMC artikel jurnal , yang menggambarkan kasus myiasis Furuncular dari payudara yang disebabkan oleh larva dari lalat Tumbu (Cordylobia anthropophaga). Pasien dalam video tersebut pada kenyataannya merupakan 70 tahun wanita yang tinggal di Nigeria yang memiliki empat belas larva dihapus dari payudara kanannya.Rekaman video menunjukkan tidak ada bukti dari biji teratai-seperti ruam dan itu jelas tidak menggambarkan wanita yang sama ditampilkan dalam pesan gambar tipuan. (Video ini tersedia untuk dilihat melalui link di dalam artikel Bedah BMC ).
Ternyata
Beberapa pesan versi lain juga menyertakan foto dikaitkan dengan Michael BOHNE, yang seharusnya menunjukkan beberapa larva yang diambil dari payudara penuh. Namun, pencarian Internet pada nama fotografer tesb mengungkapkan bahwa foto yang sama ditampilkan pada situs Gambar Kehutanan dan menggambarkan larva dari kumbang longhorned Asia. Dengan demikian, gambar ditambahkan hanya untuk meningkatkan nilai kejutan yang dirasakan dari pesan peringatan.
Versi lain dari pesan juga termasuk grafis video yang seolah-olah menggambarkan larva yang dihapus dari payudara "Miss McKinley".Meskipun video tersebut asli, ia tidak memiliki hubungan apapun dengan gambar ruam payudara atau klaim palsu yang dibuat dalam pesan. Video ini awalnya diterbitkan online sebagai bagian dari Bedah 2004 BMC artikel jurnal , yang menggambarkan kasus myiasis Furuncular dari payudara yang disebabkan oleh larva dari lalat Tumbu (Cordylobia anthropophaga). Pasien dalam video tersebut pada kenyataannya merupakan 70 tahun wanita yang tinggal di Nigeria yang memiliki empat belas larva dihapus dari payudara kanannya.Rekaman video menunjukkan tidak ada bukti dari biji teratai-seperti ruam dan itu jelas tidak menggambarkan wanita yang sama ditampilkan dalam pesan gambar tipuan. (Video ini tersedia untuk dilihat melalui link di dalam artikel Bedah BMC ).
Ternyata
Telur Cordylobia anthropophaga dapat tersimpan dalam tanah atau pakaian
basah dan kotor yang dijemur, dan penting menjaga kebersihan dengan baik dan
setrika pakaian sebelum memakai sebagai tindakan pencegahan yang efektif
terhadap infestasi.Sementara telur dapat hadir dalam pakaian kotor, kehadiran
mereka di merek baru, toko membeli pakaian tampaknya cukup tidak mungkin.
Salah satu jurnal mencatat:
C. anthropophaga adalah lalat besar kuning kecoklatan yang kuat ditemukan
secara luas di seluruh Afrika tropis. Itu deposito 100-300 telur di tanah
tercemar dengan kotoran hewan atau pakaian jenuh dengan keringat dan popok
kotor.Setelah menetas, larva dapat tetap hidup selama tujuh sampai dua puluh
hari, sementara melekat pada pakaian yang terkontaminasi atau tanah. Pada
kontak dengan kulit manusia atau vertebrata lain mereka dengan mudah menembus
kulit.
Mengingat modus penularan dijelaskan, pakaian lusuh yang sudah tua yang telah secara langsung terkena lalat dan buruk dicuci mungkin jauh lebih mungkin untuk menjadi pelabuhan larva daripada pakaian baru dan unworn dibeli di toko.
Namun, saya tekankan sekali lagi bahwa ada pesan penting dari broadcast
hoax tersebut.
Yang mengatakan, saran pesan untuk mencuci pakaian baru sebelum memakai mereka adalah bukan tanpa jasa . Pakaian baru sering memiliki selesai kimia yang dirancang untuk membuat pakaian terlihat dan bau lebih baik di toko atau mencegah jamur atau kontaminasi hama selama pengiriman. Bahan kimia ini dapat menyebabkan iritasi kulit pada beberapa orang. Kemungkinan pabrik atau kontaminasi gudang oleh serangga atau binatang pengerat dan penanganan higienis oleh pembeli lain. Alasan lebih lanjut untuk mencuci pakaian baru sebelum memakai, khususnya yang berkaitan dengan bayi atau orang-orang dengan alergi atau kulit sensitif.
Secara keseluruhan, bagaimanapun, ini "peringatan" pesan berisi informasi palsu dan tidak berdasar dan meneruskannya kepada orang lain akan menimbulkan tujuan yang tidak baik.
Yang mengatakan, saran pesan untuk mencuci pakaian baru sebelum memakai mereka adalah bukan tanpa jasa . Pakaian baru sering memiliki selesai kimia yang dirancang untuk membuat pakaian terlihat dan bau lebih baik di toko atau mencegah jamur atau kontaminasi hama selama pengiriman. Bahan kimia ini dapat menyebabkan iritasi kulit pada beberapa orang. Kemungkinan pabrik atau kontaminasi gudang oleh serangga atau binatang pengerat dan penanganan higienis oleh pembeli lain. Alasan lebih lanjut untuk mencuci pakaian baru sebelum memakai, khususnya yang berkaitan dengan bayi atau orang-orang dengan alergi atau kulit sensitif.
Secara keseluruhan, bagaimanapun, ini "peringatan" pesan berisi informasi palsu dan tidak berdasar dan meneruskannya kepada orang lain akan menimbulkan tujuan yang tidak baik.
Sebuah persetujuan tertulis diperoleh dari pasien mengenai publikasi
rincian pasien.
Figure 1

Furuncular lesi payudara dengan beberapa sinus yang mengandung larva lalat
Tumbu.
Figure 2

Salah satu sinus setelah ekstraksi Larva tersebut.
References
Gursel M, Aldemir OS, Ozgur Z, Ataoglu A. A rare case of gingival myiasis
caused by Diptera (Calliphoridae) J Clin
Periodontol. 2002;29:777–80. [PubMed]
Veraldi S, Brusasco A, Suss Cutaneous myiasis caused by larvae of
Cordylobia anthropophaga (Blanchard) Int J
Dermat. 1993;32:184–182. [PubMed]
Snopes: Payudara Rash
http://www.flickr.com/photos/petrichor/86300181/
http://www.snopes.com/photos/medical/breastrash.asp
HAX-Slayer.com
Langganan:
Postingan (Atom)

